Apa Kabar Shalat Kita [Al Fath 29]

sholat-khusyu

..تَرَاهُمْ رُكَّعًا سُجَّدًا يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا

..Kamu Lihat mereka ruku’ dan sujud mencari karunia Allah dan keridhaan-Nya..

Pembahasan tentang sholat ini merupakan tafsir dari QS Al Fath ayat 29 yang ayat dan artinya seperti di atas, di mana dalam ayat ini disebutkan mengenai ciri-ciri orang yang beriman. Bagian tentang sholat merupakan ciri-ciri orang beriman yang ketiga.

Ibnu Katsir menafsirkan ayat tersebut sehubungan dengan ciri orang yang beriman yaitu banyak beramal sholih, dan sebaik-baik amal adalah sholat. Mereka adalah orang-orang yang ikhlas dalam sholatnya, hanya untuk mengharapkan ridho Allah SWT.

Bagi Rasululloh SAW, sholat adalah pelipur lara. Hal tersebut disampaikan Rasululloh SAW dalam salah satu sabda beliau :

حُبِّبَ إِلَيَّ مِنَ الدُّنْيَا النِّسَاءُ وَالطِّيبُ، وَجُعِلَ قُرَّةُ عَيْنِي فِي الصَّلَاةِ

Ditumbuhkan kecintaan kepadaku dari dunia ini, wanita, minyak wangi dan dijadikan pelipur mataku dalam sholat (HR Ahmad)

Selain itu, Rasululloh SAW juga menjadikan sholat sebagai sarana bersyukur kepada Allah SWT. Pada suatu hari, Aisyah ra pernah bertanya kepada Rasululloh SAW saat Nabi saw mendirikan sholat di malam hari hingga kedua kakinya berdarah, maka Aisyah ra berkata: Mengapa anda lakukan ini ya Rasulullah, dan Allah swt telah memberikan ampunan kepadamu apa yang telah lalu dari dosamu dan yang akan datang ? Beliau saw berkata: Tidakkah aku suka menjadi hamba yang bersyukur.(HR.Bukhari)

Dan tentu, dari pertanyaan Rabiah bin Ka’ab al-Aslami ra kepada Rasululloh SAW, kita tahu bahwa sholat adalah kunci syurga. Berikut cerita Rabiah, “Aku menginap dengan Rasul saw, aku menyediakan air wudhu dan hajatnya. Rasul saw berkata: Mintalah kepadaku ! Aku berkata: Aku meminta untuk dapat bersamamu di dalam surga ! Ada yang lainnya ? Tidak. Beliau berkata: Bantu aku dengan banyak sujud.” (HR.Muslim)

Dengan keutamaan-keutamaan itu, apakah kita masih mampu meninggalkan sholat? Sesungguhnya Allah SWT dan Rasululloh SAW juga telah menyampaikan kepada kita akibat bagi orang yang meninggalkan sholat. 

Dalam QS Al Mudastir : 42-43 Allah SWT berfirman : Apakah yang memasukkan kamu ke dalam (neraka) Saqar? Mereka menjawab: “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang mengerjakan shalat”. Innalillah, meninggalkan sholat adalah sebab terbesar dimasukkannya seseorang ke dalam neraka.

Selain itu, sholat adalah pembeda. Jika tidak sholat, maka Allah menganggap kita sama dengan orang yang kafir. Perjanjian antara kita dengan mereka (orang kafir) adalah sholat, siapa yang meninggalkannya maka dia telah kafir (HR.Thurmuddzi)

Keburukan selanjutnya adalah Allah tidak lagi menjamin kita. Apapun yang terjadi dengan kita, Allah tak lagi peduli. Sungguh siapa yang meninggalkan sholat fardhu dengan sengaja, sungguh telah berlepas darinya jaminan Allah swt (HR.Ahmad)

Jangankan meninggalkan sholat, jika kita sholat namun lalai dalam mendirikannya, Allah-pun akan murka. Tanda lalai dalam sholat muncul dalam diri kita saat kita mulai menganggap sholat sekedar ritual. Melaksanakan sholat tetapi tidak tepat waktu, bermalas-malasan dalam sholat. Melaksanakan sholat namun tidak khusyuk. Melaksanakan sholat namun tidak mengetahui syarat rukun sholat. Melaksanakan sholat hanya agar dipandang oleh manusia. Innalillahi~ Allah menyebut mereka sebagai golongan orang yang munafik.

Sesungguhnya orang-orang munafik itu menipu Allah, dan Allah akan membalas tipuan mereka, dan apabila mereka berdiri untuk shalat mereka berdiri dengan malas mereka bermaksud riya (dengan shalat) di hadapan manusia. dan tidaklah mereka menyebut Allah kecuali sedikit sekali” (QS.An-Nisa, 142)

Lalai dalam sholat akan membuat kita tersesat. Allah berfirman dalam QS Maryam : 59 “Maka datanglah sesudah mereka, pengganti (yang jelek) yang menyia-nyiakan shalat dan memperturutkan hawa nafsunya, maka mereka kelak akan menemui kesesatan Menurut Ibnu Mas’ud, yang dimaksud menyia-nyiakan sholat adalah mendirikan sholat namun mengakhirkan waktunya. 

Lalai dalam sholat juga akan berakibat pada kecelakaan. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya (Qs.Al-Maun, 4-5)

Kecelakaan terbesar adalah saat nanti orang-orang yang lalai dalam sholat dikumpulkan bersama orang-orang kafir. Siapa yang tidak yang menjaganya (sholat) maka tidak ada baginya kabar gembira, cahaya dan juga keselamatan, kelak di hari kiamat akan berkumpul bersama dengan Qarun, Haman dan Fir’aun serta Ubay bin Khalaf (HR.Ahmd dan Ibnu HibbanShahih)

Dalam beberapa riwayat disebutkan bahwa beninggalkan sholat pada masing-masing waktunya akan mengakibatkan keburukan yang berbeda-beda. Meninggalkan sholat Ashar mengakibatkan seseorang kehilangan seluruh pahala amalnya sejak waktu Subuh hingga Ahsar yang ia tinggalkan. Siapa yang meninggalkan sholat Ashar maka telah gugur amalnya (HR.Bukhari)

Dalam riwayat lain disebutkan,

Siapa yang meninggalkan sholat Subuh maka tidak ada cahaya di wajahnya, 

Siapa yang meninggalkan sholat Dzuhur tidak ada keberkahan dalam rizkinya, 

Siapa yang meninggalkan sholat Ashar maka tidak ada kekuatan dalam dirinya,  

Siapa yang meninggalkan sholat Maghrib maka tidak ada buah (hasil kebaikan ) dari anak-anaknya Siapa yang meninggalkan sholat Isya maka tidak kenyamanan dalam tidurnya.

meski para ulama berselisih tentang keshohihan riwayat tersebut, namun mereka sepakat dalam isi yang dikandung.

Jadi, jika selama ini kehidupan kita terasa hambar, suram, tidak membahagiakan, alangkah baiknya jika kita mulai memperbaiki diri mulai dari sholat kita. Dalam buku Sebelum Jauh-jauh Mencari Solusi, Perbaiki Dulu Sholat Kita  juga disampaikan betapa pentingnya sholat dalam kehidupan dunia dan akhirat kita. Jangan salahkan sholat saat sholat belum mampu membuat kita hidup lebih baik. Tak baik pula membandingkan apa yang kita dapat dengan orang-orang yang tidak mengerjakan sholat. Meskipun mereka terlihat sukses meskipun tidak sholat, tetapi kesuksesan mereka hanyalah dalam penilaian manusia. Sedangkan dalam penilaian Allah, orang yang tidak melaksanakan sholat adalah orang yang kafir.

Saya sendiri akhir-akhir ini merasa tidak memperlakukan sholat sebagaimana mestinya. Padahal para sahabat terdahulu selalu mempunyai track record sholat yang baik. Tidak hanya sholat fardhu, melainkan juga sholat qobliyah dan ba’diyahnya, sholat dhuhanya, juga sholat tahajudnya. Subhanallah, ada seorang sahabat yang selama hidupnya tidak pernah meninggalkan sholat tahajud, selama lebih dari 40 tahun. Sedangkan saya ? Seminggu sekali saja sudah syukur. Kadang-kadang malah bablas.

Sewaktu mendengar kembali penyampaian ustadz tentang sholat, saya bertekad untuk memperbaiki seluruh ibadah saya. Keletihan selama beribadah tidak terasa jika menganggapnya sebagai kenikmatan. Lihat bagaimana Rasululloh SAW menganggap sholat sebagai penghilang kesedihan, sholat biar anti galau. Tidak sepantasnya kita menganggap sholat sekedar pembuktian di mata masyarakat bahwa kita Muslim. Sholat adalah bukti syukur kita kepada Allah. Sholat adalah sarana kita mendekat kepadaNya. Sholat adalah solusi dari segala permasalahan.

Mari sholat dengan sholat terbaik kita, agar Allah senantiasa memberi kita segala yang terbaik.

Sumber Catatan : Blog Athiah Sulthon

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

w

Connecting to %s