Pernikahan Menjadi Rusak

Bila salah satu hal ini terjadi, maka pernikahan yang telah terjadi dianggap batal, bila pernikahan itu tetap dijalankan maka telah melanggar aturan Agama dan pelakunya berdosa.
 
Murtad
•Anak-anak yang dihasilkan dari pernikahannya berada dalam naungan Agama  Islam dan dibawa dalam lingkungan kaum Muslimin.
• Istri dan anak-anaknya mendapatkan waris dari suaminya yang murtad dan sebaliknya suami dan anak-anaknya mendapatkan waris dari istrinya yang murtad setelah kematiannya
• Bila istri yang Murtad maka dia harus mengembalikan mahar yang diberikan suaminya. Bila suaminya yang Murtad maka tidak perlu dipulangkan mahar yang telah diberikan kepada istrinya. 

 

Mengalami ‘gila

Pemeliharaan anak diberikan kepada istri atau suami yang tidak gila
 Waris diberikan kepada ahli waris bila memiliki ahli waris tapi bila tidak memiliki maka diberikan kepada keluarga terdekat dari orang gila tersebut
•Bagi istri diperkenankan untuk menikah bila Mahkamah telah menetapkan kebenaran ‘gila’ suaminya. (ketetapan Mahkamah ini berdasarkan; lamanya waktu ‘gila’ dan permanennya ke’gila’an tersebut.
•Bagi suami berhak untuk meminta kembali mahar bila istrinya gila
 
Memeluk Islam,
saat seorang laki-laki dan wanita mengadakan pernikahan dengan secara kafir, lalu ketika salah satu pasangannya memeluk Islam maka batallah pernikahan sebelumnya.
• Bila istri atau suami memeluk Islam, maka pasanganya diajak untuk memeluk Islam dan bila menolak maka dianggap batal pernikahan tersebut dan harus dipisah
• Bila suami yang masuk islam maka anak-anaknya yang besar diberi hak untuk memilih mengikuti Agamanya atau memeluk Islam, adapun anak-anaknya yang kecil maka mereka bersamanya (bapaknya). 
•Bila Istri yang memeluk Islam dan anak-anaknya sudah dewasa maka mereka diberi hak untuk memilih Agama mereka atau Islam tapi bila anak-anaknya kecil maka mereka mengikuti ayahnya.
• Bila Istri yang memeluk Islam maka baginya untuk mengembalikan maharnya
 
Terbukti setelah pernikahan adanya hubungan kekerabatan baik saudara secara nasab atau sesusuan.
•Setelah terbukti kebenaran adanya ikatan kekeluargaan maka kedua pasangan itu harus dipisahkan
•Anak-anak mereka mengikuti ayahnya
•Tidak ada keharusan untuk mengembalikan mahar  
Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s