Kaidah Memberikan Nama Anak

pendidikan anak usia dini dalam islam

Kapan Diberikan Nama ?

Samurah ra, Rasul saw:

كُلُّ غُلَامٍ مُرْتَهَنٌ بِعَقِيقَتِهِ، تُذْبَحُ عَنْهُ يَوْمَ السَّابِعِ، وَيُحْلَقُ رَأْسُهُ، وَيُسَمَّى

Setiap anak tergadaikan dengan aqiqahnya, disembelih untuknya di hari yang ketujuh dan dipangkas rambutnya serta diberikan nama (HR.Ibnu Majah, Shahih)

Abu Musa ra:

وُلِدَ لِي غُلاَمٌ، فَأَتَيْتُ بِهِ النَّبِيَّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَسَمَّاهُ إِبْرَاهِيمَ، فَحَنَّكَهُ بِتَمْرَةٍ، وَدَعَا لَهُ بِالْبَرَكَةِ،

Dilahirkan untukku satu anak laki-laki, maka aku mendatangi dengannya Nabi Muhammad saw, maka (Nabi saw) menamainya Ibrahim dan mentahniknya  dengan sebutir kurma serta mendo’akannya dengan keberkahan. (HR.Bukhari)

Bagi yang tidak melakukan Aqiqah maka diberikan nama di hari kelahirannya berdasarkan hadist riwayat Abu Musa ra, dan bagi yang melakukan Aqiqah diberikan nama di hari ketujuh dari hari kelahirannya berpegang dari riwayat Samurah ra.

Apakah Diberikan Nama Bila si Bayi Wafat sebelum diberikan Nama ?

Dikatakan dalam Kitab al-Mughni al-Muhtaj;

” وَلَوْ مَاتَ المولود قَبْلَ التَّسْمِيَةِ اُسْتُحِبَّ تَسْمِيَتُهُ، و يُسَنُّ تَسْمِيَةُ السَّقْطِ إن نفخت فيه الروح، فَإِنْ لَمْ يُعْلَمْ أَذَكَرٌ هُوَ أَمْ أُنْثَى سُمِّيَ بِاسْمٍ يَصْلُحُ لَهُمَا كَخَارِجَةَ وَطَلْحَةَ وَهِنْدَ ” انتهى.

Seandainya wafat anak yang baru dilahirkan sebelum diberikan nama, baik bila diberikan nama kepadanya, disunnahkan memberikan nama kepada janin yang meninggal bila telah ditiupkan ruh, bila tidak diketahui apakah laki-laki atau wanita maka diberikan kepadanya nama yang layak untuk keduanya, seperti; Kharijah, Thalha dan Hindun. Contoh : karena nama Thalha bisa dipakai untuk laki-laki dan perempuan.

Hukum Memberikan Nama Yang Bagus

Bagi orang tua disunnahkan untuk memberikan nama yang baik kepada anaknya

Abu Darda ra, Rasul saw:

إِنَّكُمْ تُدْعَوْنَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِأَسْمَائِكُمْ، وَأَسْمَاءِ آبَائِكُمْ، فَأَحْسِنُوا أَسْمَاءَكُمْ

Sungguh kalian dipanggil di hari kiamat dengan nama-nama kalian dan nama bapak-bapak kalian, maka baguskanlah nama kalian (HR.Ahmad dan Abu Daud)

Allah swt berfirman:

وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

..Dan janganlah suka mencela dirimu sendiri dan jangan memanggil dengan gelaran yang mengandung ejekan, seburuk-buruk panggilan adalah (panggilan) yang buruk sesudah iman dan barangsiapa yang tidak bertobat, maka mereka Itulah orang-orang yang zalim. (Qs.Al-Hujurat, 11)

Nama Yang Terbaik

Ibnu Umar ra, Rasul saw:

أَحَبُّ الْأَسْمَاءِ إِلَى اللَّهِ تَعَالَى عَبْدُ اللَّهِ، وَعَبْدُ الرَّحْمَن

Nama yang paling dicintai di sisi Allah swt adalah Abdullah dan Abdurrahman  (HR.Abu Daud dan Thurmudzi, Shahih. Dalam riwayat tambahan Abu Daud, disebutkan: Yang paling jujur adalah Harits dan Hamam (sebab arti kedua nama tersebut ‘menjaga dan semangat” seseorang akan terus menjaga dan semangat dalam mencari dunia, yang terburuk diantara keduanya adalah Harb dan Murrah)

Apakah Nama Yang Tidak Baik?

Hendaknya memberikan nama yang memiliki arti yang baik tidak harus dengan berbahasa Arab

  •  Nama yang memiliki arti buruk, seperti; Setan, khubab, Dzalim, Himar.. Atau nama yang telah disebutkan oleh Rasul saw seperti; Yasar, Rabah..

Samurah bin Jundub ra, Rasul saw:

 أَحَبُّ الْكَلَامِ إِلَى اللهِ أَرْبَعٌ: سُبْحَانَ اللهِ، وَالْحَمْدُ لِلَّهِ، وَلَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، وَاللهُ أَكْبَرُ. لَا يَضُرُّكَ بِأَيِّهِنَّ بَدَأْتَ “ “وَلَا تُسَمِّيَنَّ غُلَامَكَ يَسَارًا، وَلَا رَبَاحًا، وَلَا نَجِيحًا، وَلَا أَفْلَحَ

Sebaik-baik pembicaraan di sisi Allah swt adalah empat; “Maha Suci Allah, Segala puji bagi Allah, Tidak ada Tuhan kecuali Allah dan Allah Akbar”, tidak membahayakan kamu dari yang mana kamu mulai. Dan janganlah kamu berikan nama anakmu Yasar, Rabah, Najih dan Aflah…(HR.Muslim)

Kekhawatiran memberikan nama seperti Yasar (mudah), Rabah, Najih (sukses), dll adalah takutnya nama tersebut dijadikan sebagai Tatayyur. Contoh : Namanya Najih, lalu dia rupanya sukses terus. Lalu dikatakan orang-orang, “Walah, pantas aja sukses, namanya ‘Najih’. “ Padahal kan kesuksesan bukan dari nama, tapi dari Allah. Nama adalah salah satu bentuk doa saja.

قَالَ أَصْحَابنَا: يُكْرَه التَّسْمِيَة بِهَذِهِ الْأَسْمَاء الْمَذْكُورَة فِي الْحَدِيث وَمَا فِي مَعْنَاهَا، وَلَا تَخْتَصّ الْكَرَاهَة بِهَا وَحْدهَا، وَهِيَ كَرَاهَة تَنْزِيه لَا تَحْرِيم، وَالْعِلَّة فِي الْكَرَاهَة مَا بَيَّنَهُ صَلَّى اللَّه عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي قَوْله: ( فَإِنَّك تَقُول: أَثِمَ هُوَ؟ فَيَقُول: لَا ) فَكُرِهَ لِبَشَاعَةِ الْجَوَاب، وَرُبَّمَا أَوْقَع بَعْض النَّاس فِي شَيْء مِنْ الطِّيَرَة ” انتهى.

  • Memberikan nama yang mengandung ‘kebersihan diri’

Ibnu Abbas ra;

كَانَتْ جُوَيْرِيَةُ اسْمُهَا بَرَّةُ فَحَوَّلَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اسْمَهَا جُوَيْرِيَةَ، وَكَانَ يَكْرَهُ أَنْ يُقَالَ: خَرَجَ مِنْ عِنْدَ بَرَّةَ

Dahulu Juwairiyyah namanya Barrah (Wanita yang baik), maka Rasul saw mengubahnya namanya menjadi Juwairiyyah, beliau tidak suka dikatakan: keluar dari sisi Barrah. (HR.Muslim)

Hukum Mengubah Nama Yang Buruk

Disunnahkan untuk mengubah nama-nama yang buruk dengan nama yang baik, sebagaimana yang terjadi pada Nabi Muhammad saw

Ibnu Umar ra:

أَنَّ رَسُولَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَيَّرَ اسْمَ عَاصِيَةَ وَقَالَ: «أَنْتِ جَمِيلَةُ»

Sungguh Rasul saw telah mengubah nama A’shiyah (wanita yang bermaksiat), beliau berkata: Kamu adalah Jamilah (HR.Muslim)

Hukum Memberikan Nama Dengan Nama Malaikat dan Nabi

Memberikan nama dengan nama-nama Allah swt tidak diperbolehkan begitu juga tidak baik memberikan nama dengan sifat Allah swt, dan tidak mengapa untuk memberikan nama dengan nama para Malaikat atau Nabi

Bagaimana Hukum Memberikan Nama Yasin (  ياسين ) dan Thaha ( طه  )

Para ulama menganjurkan untuk memberikan nama dengan nama-nama para sahabat atau ulama. Diperbolehkan bagi orang tua untuk memberikan nama dengan nama Yasin atau Thaha.

Apakah Nama Muhammad Ada Keutamaannya ?

Abu Hurairah ra, Rasul saw:

تَسَمَّوْا بِاسْمِي وَلاَ تَكْتَنُوا بِكُنْيَتِي، وَمَنْ رَآنِي فِي المَنَامِ فَقَدْ رَآنِي، فَإِنَّ الشَّيْطَانَ لاَ يَتَمَثَّلُ فِي صُورَتِي، وَمَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مُتَعَمِّدًا فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنَ النَّارِ

Berikanlah oleh kalian dengan namaku dan janganlah kalian memberikan kuniah dengan kuniahku, siapa yang melihatku di waktu tidur maka sungguh dia telah melihat aku, sungguh setan tidak menyerupai dalam bentukku, siapa yang berdusta atas namaku dengan sengaja maka hendaklah bersiap tempatnya di neraka. (HR.Bukhari)

Imam Malik rhm:

سمعت أهل المدينة يقولون: ” ما من أهل بيت فيهم اسم محمد إلا رزقوا رزق خير “.

Aku telah mendengar penduduk Madinah berkata “Tidak ada sebuah rumah tangga yang di dalamnya ada yang bernama Muhammad kecuali diberikan kebaikan”.

Bolehkah Memberikan Kuniah Untuk Anak-Anak ?

Anas bin Malik ra;

 إِنْ كَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيُخَالِطُنَا، حَتَّى يَقُولَ لِأَخٍ لِي صَغِيرٍ: يَا أَبَا عُمَيْرٍ، مَا فَعَلَ النُّغَيْرُ

Sungguh Nabi Muhammad saw bermain dengan wajah ceriah dengan kami, beliau berkata kepada adikku; “Wahai Abu Umair, apa yang dilakukan oleh burung kecil itu”. (HR.Bukhari dan Muslim)

Permasalahan Seputar Kuniah

  • Bila seseorang hendak dipanggil dengan kuniah, maka dia menggunakan nama anaknya yang paling besar.
  • Tidak mengapa menggunakan Kuniah bagi seseorang yang tidak memiliki anak, seperti; Aisyah ra, beliau sering dipanggil dengan Ummu Abdillah.
  • Adabnya seseorang tidak menamakan dirinya dengan kuniahnya di buku atau di tempat lainnya kecuali tidak dikenali kecuali dengannya, atau kuniahnya lebih dikenal daripada namanya.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s